Home > Berita & Event > Program AI Ready ASEAN Dorong Literasi Kecerdasan Artifisial bagi Guru PAUD di Salatiga
Program AI Ready ASEAN Dorong Literasi Kecerdasan Artifisial bagi Guru PAUD di Salatiga
Admin - Desember 18, 2025

Salatiga, 17 Desember 2025 — Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) kota Salatiga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Salatiga, menyelenggarakan Program AI Ready ASEAN pada Rabu (17/12) di Aula Ganesha, Dinas Pendidikan Kota Salatiga. Program ini merupakan inisiatif dari ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapan pendidik dalam menghadapi perkembangan Kecerdasan Artifisial (KA) secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.

Mengusung jargon “Future Ready ASEAN, Be ASEAN,” program ini secara khusus menghadirkan 50 Guru tingkat PAUD di Kota Salatiga sebagai peserta utama kegiatan, guna memperkuat literasi teknologi sejak jenjang pendidikan usia dini.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video peluncuran Program AI Ready ASEAN, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Presidium MAFINDO melalui tayangan video. Dalam sambutannya, Septiaji Eko Nugroho menyampaikan bahwa “AI Ready ASEAN dapat menjadi langkah nyata menuju literasi teknologi yang inklusif dan bertanggung jawab.”

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Drs. Muh Nasiruddin, yang menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara komunitas literasi digital dan institusi pendidikan daerah. Sebelum memasuki sesi pemaparan materi oleh trainer, peserta juga diperkenalkan dengan “One Hour Code Campaign” yang memberikan gambaran dasar tentang cara kerja kecerdasan artifisial serta bagaimana AI dapat dilatih.

Dalam sesi utama, peserta memperoleh materi komprehensif mengenai pengenalan kecerdasan artifisial, keragaman AI, AI generatif, hingga pemanfaatan AI untuk pembuatan konten dan penyusunan prompt yang efektif guna mendukung proses pembelajaran. Materi tersebut disampaikan oleh Budhi Widi Astuti selaku Koordinator Wilayah MAFINDO Salatiga, yang menekankan pentingnya pemahaman AI sebagai alat bantu pendidik, bukan pengganti peran guru.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Vandiani Lidia, yang membahas pemanfaatan AI untuk melawan hoaks dan misinformasi, peluang karier di era AI, serta isu etika, privasi data, plagiarisme, dan hak cipta dalam penggunaan kecerdasan artifisial.

Selain pemaparan materi, peserta mengikuti praktik langsung melalui Learning Management System (LMS) AI Ready ASEAN, yang dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Kegiatan dirancang secara interaktif melalui sesi tanya jawab, praktik mandiri, serta pembagian doorprize guna meningkatkan partisipasi dan antusiasme peserta.

Salah satu peserta, Rizka Munawaroh, menyampaikan bahwa melalui program ini ia memperoleh pemahaman tentang penggunaan AI yang tepat serta cara mengimplementasikan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran di jenjang PAUD, KB, maupun TK. Hal serupa juga disampaikan oleh Nor Ria Tri Mawarti, yang mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pemanfaatan AI untuk pengembangan metode mengajar.

Melalui Program AI Ready ASEAN, diharapkan para pendidik di Kota Salatiga semakin siap menghadapi tantangan transformasi digital serta mampu memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak, kritis, dan beretika di lingkungan pendidikan. (Elnando)