Amir Machmud NS
Wartawan, Dalam Waktu
kita tak berhenti
tetap dalam perjalanan
kita tak mengubah waktu
tetap dalam riuh rupa
tetap setiakah kau melukis langit
memaknainya dengan kata
menerjemahkan tanda alam
membuka jendela dengan narasi?
tetap setiakah kau
ketika akal dunia
tercurah untuk menguasai
terpeta untuk mengungguli
menjejalkan opini kepada semesta
kita tak berhenti
tetap dalam riuh rupa
kita tetap berjalan
tak mengubah waktu
dunia hanya sedikit menyisakan ruang
sepenuhnya memberi kebebasan
kepada pikiran dan perilaku
meruyak tak terbatas
makin ke sini makin meluas
gagasan untuk memojokkan
gagasan untuk menindas
gagasan untuk menguasai
dengan ditopang teknologi informasi
waktu membawa wartawan
dalam pergulatan perubahan
memberi satu pilihan
: akan teruskah berjalan atau menyerah dalam kenyataan menghadapkan satu sikap
:akan tetapkah bertahan atau berhenti mengubur impian dan, kita tak berhenti
dalam riuh rupa
melukis langit
mewarnai dunia
: bukankah hati dan rasa
menyatu sebagai darah
nadi dalam hidup?
(Feb, 2026)
Mencairkan Narasi Beku
waktu terus bergerak
melompatkan akal
membekukan narasi
dalam semburan kata
dalam kepungan kalimat
dalam tebaran gambar
seolah-olah menjadi sesakti itu
: menguasai, mengopini
itukah realitas teknologi informasi?
kita tetap di sini
tegak dalam pilihan
: wartawan bukan mereka
yang mengemas kata-kata
menjadi mukjizat kepentingan
yang merenda kalimat
menjadi penindas
terhadap yang berseberangan
kita tetap di sini
kukuh dalam sikap
: wartawan punya mukjizat
dari kesaktian tujuan
dalam balutan etika
lompatan akal tak menghentikan
keadaban profesi
dan, bukankah kita hanya dihadapkan
pada satu mantera
: adaptasi?
(Feb, 2026)
Amir Machmud NS, wartawan senior, Ketua PWI Jateng 2015-2025, sekarang Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Jawa Tengah.
Sumber: Suarabaru.id