LIVE
Portal Berita & Informasi Terkini  •  Selamat Datang di ELISA News  •  Temukan Berita dan Agenda Terbaru  • 
3 WILAYAH BELAJAR BERSAMA KELAS KECERDASAN ARTIFISIAL - AI GOES TO SCHOOL VERS 2 MAFINDO SALATIGA
Berita 11 September 2026

3 WILAYAH BELAJAR BERSAMA KELAS KECERDASAN ARTIFISIAL - AI GOES TO SCHOOL VERS 2 MAFINDO SALATIGA

SMK Negeri 2 Salatiga menjadi lokasi pelaksanaan Kelas Kecerdasan Artifisial – AI Goes To School Vers 2 MAFINDO SALATIGA, Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini mempertemukan para guru dari tiga wilayah, yakni Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Demak, untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) secara bijak dan bertanggung jawab dalam dunia pendidikan.

AI Goes To School adalah program pelatihan yang bertujuan untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan. Program ini dirancang untuk membantu guru memahami dan mengintegrasikan kecerdasan artifisial ke dalam pembelajaran sehari-hari sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif dan relevan bagi siswa.

Program ini didukung oleh mitra strategis seperti Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB) serta melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan implementasi di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk memahami perkembangan teknologi AI sekaligus melihat kembali posisi penting guru di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat. AI dipandang bukan sebagai pengganti peran guru, melainkan sebagai alat yang dapat mendukung proses pembelajaran apabila digunakan secara tepat, kritis, dan beretika.

Tiga Pesan Utama

  • Guru tidak tergantikan oleh AI, karena peran pendidik tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun karakter, membimbing, dan memahami kebutuhan peserta didik.

  • Guru memiliki peran sebagai validator dan pengarah keilmuan, terutama dalam memastikan informasi yang dihasilkan AI tetap sesuai dengan pengetahuan dan konteks pendidikan yang benar.

  • Pemanfaatan AI membutuhkan kecakapan dan tanggung jawab, sehingga guru perlu memahami cara menggunakan teknologi tersebut secara bijak, kritis, dan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Salatiga yang disampaikan oleh Andika Renda Pribadi, selaku perwakilan Dewan Pengurus Wilayah MAFINDO Salatiga. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan artifisial.

Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui sambutan kedua yang disampaikan oleh Indah Kumala Sari, S.IP., selaku Kasubag TU Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jawa Tengah. Keduanya menyoroti bahwa perkembangan AI tidak seharusnya membuat guru merasa kehilangan perannya. Justru, kehadiran AI semakin menegaskan pentingnya guru sebagai manusia yang mampu memberikan arahan, konteks, nilai, serta memastikan informasi yang digunakan dalam proses pendidikan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan dari dua narasumber, yaitu Yati Kurniawati dan Yulius Rio P. Keduanya menyampaikan materi secara sistematis dan menyesuaikan pembahasan dengan kebutuhan peserta.

Pembahasan tidak hanya diarahkan pada bagaimana menggunakan teknologi AI, tetapi juga bagaimana pendidik dapat menempatkan AI secara tepat dalam proses kerja dan pembelajaran. Pendekatan ini penting agar penggunaan AI tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan konten, tetapi berkembang menjadi kemampuan untuk menilai, memverifikasi, dan mengarahkan pemanfaatannya secara bertanggung jawab.

Kehadiran peserta dari Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Demak juga memperlihatkan adanya kebutuhan lintas wilayah terhadap peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial.

Melalui AI Goes To School MAFINDO, para pendidik diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pihak yang kritis dalam menentukan kapan, bagaimana, dan untuk tujuan apa AI digunakan dalam lingkungan pendidikan.

Tentang Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO)

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memerangi misinformasi dan hoaks. Berdiri pada tahun 2016, MAFINDO memiliki lebih dari 95.000 anggota online dan 1.000 sukarelawan.

Selain menjalankan program anti-hoaks, MAFINDO juga aktif dalam berbagai inisiatif pendidikan dan literasi digital, termasuk program AI Goes To School, untuk mendorong masyarakat agar semakin cerdas, kritis, dan tangguh dalam menghadapi tantangan era digital.

WATCH / LISTEN LIVE
Radio Streaming TikTok Live