LIVE
Portal Berita & Informasi Terkini  •  Selamat Datang di ELISA News  •  Temukan Berita dan Agenda Terbaru  • 
Dies Natalis ke-26 FISKOM UKSW: Pentas Reflektif Nuansa Kartini Teguhkan Refleksi, Identitas, dan Konektivitas
Berita 30 April 2026

Dies Natalis ke-26 FISKOM UKSW: Pentas Reflektif Nuansa Kartini Teguhkan Refleksi, Identitas, dan Konektivitas

Drama, doa, dan semangat Kartini berpadu dalam satu panggung penuh makna saat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Ibadah Senin bernuansa syukur Dies Natalis 26 FISKOM UKSW, Senin (27/04/2026) di Balairung Universitas. Dikemas dalam format pentas reflektif, naratif, simbolik, dan mini drama, ibadah ini menjadi ruang perenungan tentang keberagaman, identitas, dan konektivitas antar insan. Momentum tersebut sekaligus menandai perayaan 147 tahun Hari Kartini, seraya meneguhkan tema “Refleksi – Identitas – Konektivitas.”

Suasana hangat dan penuh syukur terasa sejak awal melalui alur narasi yang dipandu Pendeta Irene Ludji, Ph.D., bersama Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISKOM Ester Krisnawati, S.Sos., M.I.Kom., civitas academica diajak memahami bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan dalam satu komunitas.

Dekan FISKOM UKSW Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., mengingatkan bahwa sejak berdiri pada 24 April 2000, FISKOM bukan sekadar wadah menimba ilmu, melainkan keluarga bagi seluruh insan di dalamnya. Sejalan dengan semangat tersebut, ia menyampaikan bahwa tema besar tahun ini diwujudkan melalui beragam agenda Dies Natalis yang berlangsung sejak April hingga Juni mendatang.

Semangat refleksi diwujudkan melalui kegiatan ziarah, ibadah syukur, dan forum dekan. Selanjutnya, identitas ditegaskan lewat seminar rekayasa sosial, call for paper, serta simulasi krisis. Adapun konektivitas diperkuat melalui reuni alumni dan rangkaian kegiatan di Sumba yang mencakup expo, seminar, lomba pelajar, hingga penguatan jejaring.

Sementara itu, Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami menyampaikan apresiasi melalui penyerahan anggrek sebagai simbol kasih yang abadi dan terima kasih yang tak pernah pudar. Ia menegaskan bahwa FISKOM memiliki peran strategis sebagai garda konektivitas UKSW, tidak hanya bagi fakultas sendiri, tetapi juga bagi universitas, Kota Salatiga, bahkan jejaring nasional dan global.

“Salatiga dikenal sebagai kota tertoleran. Karena itu, FISKOM harus menjadi penghubung yang menghadirkan dampak nyata. Apa yang dilakukan FISKOM hari ini dapat menjadi modul masa depan bagi UKSW,” ujarnya.

Ia juga mendorong pengembangan program pascasarjana dan kelas internasional sebagai langkah visioner menjawab kebutuhan zaman. Menurutnya, konektivitas menuntut kemampuan beradaptasi terhadap perbedaan dan perubahan global.

Merajut Koneksi

Dalam refleksi firman, Pendeta Irene Ludji menegaskan bahwa ruang akademik adalah tempat bertemunya gagasan. Perbedaan pendapat, cara berpikir, dan perspektif yang beragam bukan ancaman, melainkan proses pembentukan yang memperkaya.

“Ketika ilmu berhenti pada diri sendiri, ia kehilangan makna. Terang tidak disimpan sendiri. Jika setiap orang berfungsi sebagai terang, maka sesuatu yang besar akan terjadi,” ungkapnya.

Ia mengibaratkan kehidupan sebagai satu tubuh dengan banyak anggota. Setiap pribadi memiliki fungsi berbeda, tetapi semuanya sama penting. Dalam semangat Dies Natalis FISKOM dan inspirasi Kartini, setiap insan dipanggil membawa terang yang unik dan memberi dampak bagi dunia.

Ditemui usai acara, Ketua Dies Natalis 26 FISKOM Rizki Amalia Yanuartha, S.I.Kom., M.Sos., menjelaskan bahwa tema besar “FISKOM sebagai Dialektika Zaman” diterjemahkan melalui tiga pilar utama yaitu refleksi, identitas, dan konektivitas global.

“FISKOM diharapkan melahirkan lulusan sebagai perekayasa sosial dalam arti positif, mereka yang mampu memahami masyarakat, memengaruhi secara konstruktif, dan memberi kontribusi nyata,” jelasnya.

Rangkaian Ibadah syukur ini turut diperkaya dengan drama refleksi, pemutaran video profil FISKOM UKSW, persembahan pujian dari civitas academica FISKOM, serta pujian khas dari Trio Moluccas. Melalui rangkaian Dies Natalis ke-26 ini, UKSW turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 Pendidikan Berkualitas, SDGs ke-5 Kesetaraan Gender, SDGs ke-16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDGs ke-17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sejalan dengan Asta Cita Presiden poin ke-1 tentang penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM, poin ke-4 tentang pembangunan sumber daya manusia, serta poin ke-8 tentang harmoni sosial dan toleransi.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  Salam Satu Hati UKSW!

WATCH / LISTEN LIVE
Radio Streaming YouTube Live TikTok Live Facebook Live