Guru di Salatiga Manfaatkan AI Agar Mengajar Makin Kreatif Bersama Mafindo Salatiga
Teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan di dunia pendidikan. Menjawab tantangan itu, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Salatiga berkolaborasi dengan PGRI Kota Salatiga menggelar “Kelas Kecerdasan Artifisial” bagi para guru.
Kegiatan yang digelar secara daring via Zoom pada Sabtu (7/3/2026) ini diikuti dengan antusias oleh para pendidik. Selama lima jam penuh, 200 san guru digembleng untuk lebih ‘melek’ teknologi demi meningkatkan kualitas belajar mengajar.
Ketua PGRI Kota Salatiga, Fahrudin Saiful Huda, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya guru untuk terus bergerak mengikuti zaman. Ia menyebut AI bisa menjadi senjata ampuh bagi guru untuk menciptakan proses belajar yang lebih efektif.
“Pemahaman terhadap teknologi AI dapat menjadi bekal penting bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” kata Fahrudin saat membuka acara, Sabtu (7/3/26).
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Wilayah Mafindo Salatiga, Budhi Widi Astuti, menyebut kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan ruang belajar bersama bagi pendidik agar bijak dalam menggunakan teknologi.
Dalam sesi pelatihan, duet trainer Yati Kurniawati dan Agus Triyono membedah berbagai fungsi AI. Mulai dari urusan administrasi guru yang sering menumpuk, hingga cara praktis membuat media pembelajaran yang bikin siswa tidak bosan di kelas.
Semangat para peserta terpantau stabil sepanjang acara. Salah satu guru dari SD Negeri Kutowinangun 08, Niar Titawistara, mengaku pelatihan ini membuka matanya tentang potensi besar AI di ruang kelas.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami jadi mengetahui berbagai cara menggunakan AI untuk membantu membuat materi pembelajaran yang lebih menarik dan kreatif bagi siswa,” ujar Niar.
Tak berhenti di sesi tatap muka virtual, para peserta juga ditantang menyelesaikan materi di Learning Management System (LMS). Proses diskusi pun berlanjut secara intensif melalui grup komunikasi digital.
Melalui langkah ini, Mafindo dan PGRI Salatiga berharap para guru di Kota Salatiga tidak hanya menjadi penonton di era digital, tetapi mampu memanfaatkan AI secara positif untuk mencetak generasi unggul.
Bagikan Artikel: