LIVE
Portal Berita & Informasi Terkini  •  Selamat Datang di ELISA News  •  Temukan Berita dan Agenda Terbaru  • 
12 Perguruan Tinggi Deklarasikan Beasiswa bagi 2.792 Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa
Berita 15 Oktober 2026

12 Perguruan Tinggi Deklarasikan Beasiswa bagi 2.792 Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa

Sebanyak 12 perguruan tinggi di Indonesia mendeklarasikan komitmen pemberian beasiswa bagi 2.792 kader pemberdayaan masyarakat desa untuk mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Deklarasi tersebut dibacakan oleh Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Profesor Intiyas Utami, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat di Balairung UKSW, Salatiga, Kamis (15/10/2026).

 

Deklarasi ini menjadi salah satu agenda utama Rakornas yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Profesor Dr. Fauzan, M.Pd., Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., serta Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin.

 

Hadir pula Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., dan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. Sedikitnya 100 rektor dan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia turut hadir dalam forum tersebut.

 

“Deklarasi ini kami sampaikan sebagai wujud tanggung jawab moral dan konstitusional kami sebagai pimpinan perguruan tinggi, untuk ikut membangun Indonesia yang lebih adil, makmur, dan sejahtera,” kata Rektor UKSW Prof. Intiyas Utami.

 

Deklarasi tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan bersama Rektor Universitas Nusa Cendana, disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Wamendiktisaintek.

Ke-12 perguruan tinggi yang menyatakan komitmen tersebut adalah UKSW, Universitas Siber Asia, Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Nusa Cendana, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia, Universitas Sragen, Universitas Kristen Duta Wacana, dan Politeknik Pelayaran Nasional Surakarta.

 

Melalui deklarasi ini, perguruan tinggi menegaskan peran pendidikan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa. Pemberian beasiswa bagi kader pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang berperan dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perkuat Sinergi Tridharma Perguruan Tinggi

 

Rakornas Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat juga dirangkai dengan Seminar Nasional bertema “Sinergi Implementasi Tridharma dalam Pemberdayaan Masyarakat yang Inklusif, Berdampak, dan Berkelanjutan”.

 

Seminar yang dimoderatori Dekan Fakultas Teknologi Informasi UKSW Profesor Kristoko Dwi Hartomo ini menghadirkan Rektor UKSW, Ketua Forum Rektor Indonesia, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, serta Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah Yusmanto, S.Pi., M.Si., sebagai pembicara.

 

Forum ini menjadi ruang untuk membahas sinergi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung agenda pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan mampu menyelaraskan potensi keilmuan, inovasi, serta pendampingan dengan kebutuhan pembangunan di tingkat desa.

Melalui penyelenggaraan Rakornas ini, UKSW mengambil bagian dalam penguatan kolaborasi antar perguruan tinggi dan pemangku kepentingan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan. 

 

Kegiatan ini memperkuat komitmen UKSW mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-1 yaitu tanpa kemiskinan, SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, SDGs ke-10 yaitu berkurangnya kesenjangan dan SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi antar instansi. Hal ini juga sejalan dengan ASTA CITA 4 yaitu penguatan pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, sains, teknologi, dan kesehatan. Relevan dengan pengembangan kapasitas kader melalui beasiswa. Selain itu juga selaras dengan ASTA CITA 6 membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Ini merupakan keterkaitan paling langsung dengan pemberdayaan masyarakat desa dan agenda pengentasan kemiskinan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 36 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.

WATCH / LISTEN LIVE
Radio Streaming TikTok Live